Siapakah Circle kita?

 
Siapakah Circle Kita? 

    Islam adalah agama yang mulia dan mengatur segala aspek kehidupan termasuk pergaulan/pertemanan. Berbicara tentang pertemanan, belakangan ini ramai sekali cuitan mengengai circle di lini masa media sosial. Circle mempunyai arti lingkaran, lingkaran yang dimaksud dalam konteks ini adalah lingkaran pertemanan atau pergaulan. Setiap orang pasti memiliki teman sebagai tempat berbagi rasa, saling menasehati, tolong menolong baik dalam keadaan senang maupun susah. Dalam menjalin pergaulan, agama islam sendiri memiliki teladan yang sangat mulia. Beliau adalah baginda Nabi Muhammad Saw yang sangat pandai bergaul. Dalam riwayatnya beliau memiliki sikap yang ramah, rendah hati, dan tidak pernah mencela orang lain. Sebagai umat islam hendaklah kita mencontoh apa yang dilakukan oleh Nabi tersebut. 

    Tidak hanya itu, agama islam menekankan agar teliti dalam memilih teman. Banyak orang yang terjerumus dalam kemaksiatan dan kesesatan karena pengaruh oleh lingkungan pergaulan. Namun tidak sedikit dari mereka yang mendapatkan kebaikan dan hidayah karena bergaul dengan orang-orang yang shalih. Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw menggambarkan dampak seorang teman yaitu :

مَثَلُ  الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيث

Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Imam Nawawi menjelaskan bahwa dalam hadist ini menunjukkan keutamaan berteman dengan orang-orang shalih yang memiliki akhlak mulia, memilki ilmu yang luas dan adab yang baik, serta selalu bersikap wara’. Dan juga terdapat larangan bergaul dengan orang-orang yang ahli bid’ah, memiliki sikap tercela, bersifat buruk dan lainnya. Teman yang shalih dan teman yang buruk keduanya memiliki pengaruh terhadap kehidupan seseorang.

Setiap orang sedikit banyaknya dipengaruhi oleh circle pertemanan karena seringnya berkumpul ataupun melakukan aktivitas lainnya. Hal tersebut selaras dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad)

    Bagaimana cara memilih sahabat yang baik sesuai dengan tuntunan Rasulullah Saw. Berikut merupakan ciri-cirinya :  

1. Rajin sholat. Diantara orang-orang yang beriman, dianjurkan untuk memilih yang terbaik yaitu mereka yang rajin sholat. 

2. Mukmin yang suka bersedekah. Bersekadah dapat menjauhkan diri dari sifat materialistis, sombong, iri hati dan tidak adil sehingga mereka yang gemar bersedekah tidak akan memandang rendah dengan siapa mereka berteman.  

3. Ahlu qur’an. Apabila berteman dengan para Ahlu Al-Quran secara tidak langsung akan mendapatkan cipratan kebaikan mereka Tidak hanya itu, kelak di akhirat kita akan dikumpulkan bersama dengan orang-orang yang kita cintai. 

Dalam hadits riwayat Anas, Nabi SAW bersabda: “engkau akan Bersama orang (golongan) yang engkau cinta” Maka, sudah sepatutnya kita merawat persahabatan yang kita jalin dengan orang-orang yang baik, karena nantinya jalinan persahabatan tersebut akan berfaedah kelak di hari akhir. Aamiin ya rabbal ‘alamiin.

Komentar