Andalkan ALLAH Saja!

Andalkan Allah Saja!  

    Manusia merupakan makhluk Allah SWT yang paling sempurna dan istimewa dari makhluk lainnya, hal ini dikarenakan manusia memiliki akal (pemikiran) yang membedakan dengan makhluk ciptaan Allah SWT yang lain. Namun manusia tidak akan pernah bisa berjalan sendiri dalam menjalani kehidupan.  Bebagai masalah dan ujian pasti dirasakan setiap manusia, bagaimana cara mereka menyikapinya? Seseorang yang mengandalkan Allah SWT dalam setiap permasalahan akan menganggap kecil masalah tersebut, berbeda dengan mereka yang tidak mengandalkan Allah SWT sama sekali akan hancur oleh masalahnya sendiri 

    Untuk itu kita harus senantiasa mengandalkan Allah dalam setiap langkah hidup kita agar tetap berada pada jalan yang lurus (shirath al-mustaqim). Inilah jalan yang akan menyelamatkan hidup kita, bukan hanya di dunia namun juga di akhirat. Mengapa dalam hidup harus mengandalkan Allah? Sebagai hamba Allah ‘abdullah’ harus tunduk pada-Nya, mengerjakan segala perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya. Bila ini kita lakukan berarti kita termasuk hamba-hamba-Nya yang taat dan patuh. Dengan demikian wajar kalau kita mengandalkan Allah SWT. tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan dalam hidup ini karena kita yakin Allah selalu bersama kita, innallaha ma’ana. Saat kita mengandalkan Allah berarti kita sudah berserah diri kepada-Nya.

Sebagaimana dalam hadits Nabi SAW yaitu :

 
عَنْ أَبِي العَبَّاسِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمَا قَالَ كُنْتُ: خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْماً فَقَالَ لِي: (( يَا غُلاَمُ! إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ باِللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ )) رَوَاهُ التِّرْمِذِي وَقَالَ: (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ ))، وَفِي رِوَايَةِ غَيْرِ التِّرْمِذِيِّ: (( اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ، وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَم يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الفَرَجَ مَعَ الكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ العُسْرِ يُسْراً )).

    Dari Abul ‘Abbas ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Pada suatu hari aku pernah berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda, ‘Wahai anak muda! Sesungguhnya aku akan mengajarkan beberapa kalimat kepadamu. Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau mau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau mau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah apabila semua umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan seandainya mereka pun berkumpul untuk menimpakan bahaya kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak dapat membahayakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena-pena (pencatat takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran (catatan takdir) telah kering.’” (HR. Tirmidzi, dan ia berkata bahwa hadits ini hasan shahih)

    Dari hadits di atas, Rasulullah SAW menasihati seorang pemuda yaitu Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma agar selalu menjaga Allah, meminta hanya kepada Allah, selalu mengingat Allah diwaktu luang maupun sempit. karena hakikatnya kita adalah manusia biasa yang hanya bisa merencanakan dan berikhtiar (berusaha), sekalipun permasalahan yang sangat banyak, sampai kita kadang merasa tidak mampu untuk melewatinya dan menyerah mencari jalan keluar, maka hanya Allah lah yang akan memberikan petunjuk dan mempermudah urusan kita. Siapa kita sehingga kita tidak melibatkan Allah dalam setiap permasalahan kita, dan kita hanya mengandalkan kemampuan kita yang terbatas. Libatkanlah Allah dalam setiap permasalahan kita.

Komentar